Kepala Sekolah Kreatif, Belajar dari Rumah pun Efektif
INSPIRASI (Inisiatif Kepemimpinan Pendidikan Untuk Raih Prestasi) adalah lembaga nonprofit dan independen yang bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran siswa melalui dukungan peningkatan keefektifan kepemimpinan kepala sekolah, khususnya terkait pembelajaran.
pendidikan, inspirasi, kepala sekolah, sekolah, kepala, guru, inspirasi foundation, kepemimpian, inisiatif, prestasi, nonprofit, lembaga, siswa, pembelajaran
15140
post-template-default,single,single-post,postid-15140,single-format-standard,bridge-core-2.2.5,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-child-theme-ver-1.0.0,qode-theme-ver-21.2,qode-theme-bridge,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-6.2.0,vc_responsive

Kepala Sekolah Kreatif, Belajar dari Rumah pun Efektif

Kepala Sekolah Kreatif, Belajar dari Rumah pun Efektif

Pandemi Covid-19 mengakibatkan instansi pendidikan melakukan pembelajaran jarak jauh atau daring. Konsekuensinya, para penyelenggara pendidikan harus sigap memanfaatkan teknologi yang ada. Tantangan bagi para kepala sekolah dan guru pun bermunculan di tengah usaha keras menyajikan pembelajaran berkualitas tinggi.

Pembelajaran jarak jauh telah berlangsung selama kurang lebih 4 pekan di berbagai provinsi di Indonesia. Kebosanan sudah mulai menghampiri. Tentu saja, kepala sekolah dan guru dituntut lebih aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran.

Pembelajaran efektif tak melulu merujuk ada textbook atau materi pelajaran tertentu. Sekolah juga bertanggungjawab mengembangkan soft skill (kecakapan hidup) dan pendidikan karakter para siswanya. Maka, sekolah perlu melakukan inovasi agar peserta didik mendapatkan pengalaman berkesan meskipun harus belajar dari rumah.   

Beberapa sekolah ini melakukan terobosan saat mendampingi para siswanya belajar di rumah. Melalui ide-ide segar dan menggunakan ragam media interaktif, diharapkan dapat menekan rasa bosan.

1. Mengundang guru tamu

Mengundang guru menjadi salah satu alternatif mengusir rasa bosan para siswa. Apalagi, jika pembelajaran dilakukan secara online, lebih mudah dan murah. Sekolah mitra Eduversal pernah mengundang Enes Kanter, seorang pemain NBA profesional, menjadi guru tamu.

Enes memberikan inspirasi kepada siswa tentang life skill melalui aplikasi Zoom. Program ini juga disiarkan secara langsung melalui Youtube. Kurang lebih 500 siswa dari 10 SMP dan SMA mitra Eduversal di Indonesia mengikuti kegiatan tersebut. Dalam percakapannya, Enes juga memberikan semangat belajar kepada murid-murid di tengah situasi krisis Covid-19. (Kompas.com).

2. Menggunakan media online game untuk mengajar

Dunia anak-anak adalah dunia bermain. Mereka sangat menyukai permainan, termasuk game online. Alasan ini mendorong salah satu guru dari San Diego Amerika Serikat, Charles Coomber, mengajar melalui game. Dia memilih permainan Virtual Reality Half-Life : Alyx untuk menyampaikan pelajaran Matematika (Suara.com).

Alyx merupakan sebuah seri game terbaru yang membuat permainan seolah-olah nyata dengan konsep tiga dimensi. Video pembelajaran yang dibuat kemudian diunggah di akun Youtube miliknya, sehingga memudahkan para siswanya untuk melihat. Para guru yang ingin menerapkan konsep belajar seperti ini harus membiasakan diri dan mendalami permainan online.

3. Membuat vlog pembelajaran

Vlog (video blog) sudah sangat populer di kalangan remaja atau anak-anak sekolah. Media ini dapat dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas belajar mengajar dari rumah. Seperti yang dilakukan oleh Krista Adayu, guru kelas VI SDN Gumilir 6 Cilacap Jawa Tengah.

Ibu Krista memilih vlog saat memberikan tugas kepada siswa dari pada melalui teks WA. Dia merasa orang tua dan murid lebih dapat memahami penjelasan melalui video. Sebelumnya, banyak pertanyaan yang diterimanya ketika menjelaskan tugas melalui tulisan di WA group.

Salah satu contoh vlog yang Ibu Krista buat adalah video tutorial percobaan menguji kandungan aluminium pada makanan dan sayuran. Siswa-siswi diminta melakukan percobaan tersebut menggunakan alat dan bahan yang tersedia di rumah (Kompas.com)

4. Proyek membuat produk

Haris Tarmidi, guru kelas VI SDN Puguh Kendal Jawa Tengah memberikan tugas berbasis pembuatan produk bermanfaat. Tugas tersebut dikirimkan ke WA orang tua siswa.

Alat dan bahan untuk membuat produk harus tersedia di rumah. Misalkan, ketika membuat masker sederhana dan hand sanitizer alami. Para siswa mencari tahu keperluan yang dibutuhkan melalui internet, dan melaporkan cara membuatnya melalui tulisan dan foto yang dikirim melalui WA.

Kegiatan belajar mengajar yang kreatif ini tidak lepas dari dukungan kepala sekolah sebagai pemimpinnya. Kepala sekolah yang efektif adalah mereka yang mampu mendukung guru-gurunya menjadi penggerak.

Prof. Dr. Luluk Suryani, M.Pd, Kepala Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) mengatakan, kepala sekolah merupakan figur penting untuk mendukung keberhasilan kebijakan belajar dari rumah. Disamping itu, kepemimpinan kepala sekolah yang efektif juga menjadi modal utama keberhasilan pembelajaran siswa.

Penulis: Dyah Ayu Kusumaningrum

Editor: Masdar Fahmi

No Comments

Post A Comment