Penguatan IT untuk Mitra INSPIRASI

Penguatan IT untuk Mitra INSPIRASI

Sejak Maret lalu, kegiatan BDR (belajar dari rumah) dilakukan secara daring akibat wabah Covid-19. Mayoritas guru dan siswa mulai terbiasa dengan perangkat daring yang digunakan sehari-hari. Lalu, bagaimana dengan pengawas dan kepala sekolah? Sudahkah juga menguasai perangkat daring?

Sebagai pembimbing guru dalam kegiatan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, tentu pengawas dan kepala sekolah harus memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menggunakan perangkat daring. Ditambah lagi, pelatihan pengembangan kapasitas bagi pengawas, kepala sekolah, dan guru saat ini juga hanya bisa dilakukan secara daring karena pertemuan tatap muka dengan jumlah orang yang banyak masih belum memungkinkan.

Pertengahan 2020 ini, INSPIRASI memulai kembali program rintisan tahap keduanya di tengah pandemi. Program diawali dengan materi mengenai penguatan IT, yaitu mengenal lebih dalam aplikasi Zoom dan Miro. Kedua platform tersebut akan sering digunakan INSPIRASI dan Mitra saat mengadakan workshop secara daring.

Fitur Zoom yang dipelajari antara lain membuka akses audio agar terdengar dan mendengar suara, mengaktifkan audio dan video, menulis pesan dengan fitur chat, mengangkat tangan (raise hand), fitur umpan balik cepat (yes, no, go-faster, go-slower), serta bagaimana cara masuk atau keluar dari ruang kelompok (breakout room). Meski mengalami kesulitan saat mencari letak fitur, namun proses workshop berjalan lancar.

Gambar 1. Penyampaian pendapat menggunakan sticky note secara luring

Perangkat kedua yang dipelajari bersama adalah Miro. Miro biasanya digunakan sebagai alat fasilitasi daring untuk mengumpulkan ide-ide bersama. Pada kegiatan luring, biasanya menggunakan sticky note. Para peserta yang terdiri dari pengawas dan pengurus K3S ini mencoba berbagai fitur seperti, menuliskan ide melalui sticky note, mengubah warna sticky note, memperbesar dan memperkecil board, menggeser board, mencari keberadaan pengguna lain, serta bagaimana menghubungkan sticky note satu dengan yang lain.

Gambar 2. Penyampaian pendapat menggunakan sticky note secara daring (aplikasi miro)

Berdasarkan hasil refleksi, peserta mengaku senang karena mendapatkan ilmu dan wawasan baru tentang beragam aplikasi daring. Butuh pembiasaan agar kemampuan mengoperasikan platform tersebut dapat semakin baik. INSPIRASI berharap workshop tersebut dapat pula diaplikasikan peserta di tempat tugas masing-masing.

Penulis: Yossy Rachmatillah

Editor: Masdar Fahmi

No Comments

Post A Comment