INSPIRASI untuk Solusi

KARAWANG, Spirit – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang, melalui Bidang Pendidikan Sekolah Dasar (PSD) terus aktif meningkatkan kualitas kepemimpinan kepala sekolah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Bekerjasama dengan INSPIRASI (Inisiatif Kepemimpinan Pendidikan Untuk Meraih Prestasi) yang merupakan lembaga non-profit dan independen, Bidang PSD konsisten menjalankan program INSPIRASI dengan rutin menggelar pelatihan kepemimpinan kepala sekolah melalui workshop yang dilanjutkan dengan praktek di sekolah.

Terbaru, Bidang PSD dan INSPIRASI menggelar workshop edisi kelima yang membahas mengenai RPP(Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) di Resinda Hotel Karawang, 15-16 Januari 2020.

Selain diikuti 40 peserta yang terdiri dari 20 kepala sekolah dan 20 guru dari 20 sekolah dasar (SD), workshop juga melibatkan 10 peserta yang terdiri dari 5 kepala madrasah dan 5 guru dari 5 madrasah ibtidaiyah (MI) yang berada di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang.

“Sejak program INSPIRASI ini diresmikan pada Juli tahun lalu (2019) oleh Bupati Karawang, hingga pertengahan Januari ini telah digelar workshop sebanyak lima kali. Seluruh SD dan MI yang menjadi peserta berasal dari Kecamatan Klari dan Lemahabang,” ujar Kepala Bidang PSD, Dra. Yani Heryani, M.M, didampingi Kasi Kurikulum, Kesiswaan, dan Ketenagaan, Dr. Mulyana Surya Atmaja, Kamis (16/1/2020).

Dikatakan Yani, kualitas kepemimpinan kepala sekolah perlu ditingkatkan, karena tugas pokok seorang kepala sekolah tidak lagi merangkap guru, tetapi fokus sebagai manajer sekolah. Hal ini sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat seperti yang tertuang dalam Permendikbud nomor 6 tahun 2018 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah.

“Dengan kepemimpinan kepala sekolah yang baik dan efektif akan berujung pada meningkatnya mutu hasil pembelajaran siswa. Semoga kepala sekolah yang mengikuti program pelatihan ini bisa lebih baik lagi dalam merancang dan melaksanakan program pembelajaran di sekolah masing-masing. Kami juga berharap ke depannya akan lebih banyak lagi sekolah di Karawang yang terlibat mengikuti program pelatihan ini, sehingga sekolah-sekolah di Karawang lebih berkualitas,” ucapnya.

Direktur Eksekutif INSPIRASI, Patrya Pratama menjelasakan, program INSPIRASI akan dilaksanakan selama 1,5 tahun mulai Juli 2019 hingga Desember 2020 dengan memberikan pelatihan sebanyak 12 kali melalui workshop yang dilanjutkan dengan praktek di sekolah dan madrasah.

“Karawang merupakan daerah rintisan dari program INSPIRASI. Untuk materi pelatihan berfokus pada keterampilan kepemimpinan yang diperlukan agar kepala sekolah dan madrasah dapat berfungsi lebih efektif,” jelasnya.

Untuk diketahui, lembaga INSPIRASI didukung mitra kerja atau donor yang terdiri dari Tanoto Foundation, Resinda Hotel Karawang, PT. Bukit Muria Jaya (BMJ), Asia Philanthropy Circle (APC) dan Triputra Agro Persada, yang merupakan bagian dari jejaring GSL (Global School Leaders).

Kepala SDN Duren III, Nunung Maryani mengaku bersyukur dengan adanya program INSPIRASI. Menurutnya, pelatihan kepemimpinan sangat bermanfaat bagi kepala sekolah dan madrasah yang terlibat dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dan madrasah masing-masing.

“Semoga dengan mengikuti pelatihan ini, sekolah kami bisa semakin maju, guru-guru lebih semangat, dan siswa lebih aktif dan efektif dalam belajar. Sehingga ke depannya sekolah kami bisa lebih berprestasi,” harapnya. (ayi/dea)

Artikel ini telah tayang di Spirit Jawa Barat pada link https://spiritjawabarat.com/bekerjasama-dengan-lembaga-inspirasi-bidang-psd-disdikpora-aktif-tingkatkan-kepemimpinan-kepala-sekolah/ dengan judul “INSPIRASI untuk Solusi”, ditulis oleh Ayi

Diskusi di Kemendikbud, Yayasan INSPIRASI Beri 7 Kiat Sukses untuk Kepala Sekolah

JAKARTA, (PR).- Yayasan Inspirasi, yayasan nirlaba yang fokus pada ranah kepemimpinan menyebut bahwa kepala sekolah yang adaptif akan efektif meningkatkan kualitas pembelajaran siswa di sekolah yang dia pimpin.

“Jadi, kepala sekolah yang adaptif itu mereka bisa menyesuaikan, mana yang harus mereka putuskan dan lakukan berdasarkan masalah,” kata Senior Program Manager Inspirasi, Cici Tri Wanita usai memberi pemaparan dalam diskusi di Kemendikbud, Jakarta, Kamis, 5 Desember 2019.

Diskusi publik tersebut bertajuk “Tantangan mengembangkan leadership kepala sekolah untuk atasi learning crisis di Indonesia”.

Cici mengatakan, selain perlunya kepala sekolah yang adaptif, ada enam hal lain yang ia tekankan untuk meningkatkan efektivitas kepemimpinan kepala sekolah. Dengan demikian, kepala sekolah mampu meningkatkan hasil belajar siswa.

Setelah perlunya sikap adaptif sebagai tips pertama, kiat keduanya adalah kepala sekolah harus memberi dukungan kepada guru untuk belajar. Kepala sekolah, katanya, perlu mendukung guru untuk belajar seperti dengan menyediakan sumber belajar atau mengirim para guru mengikuti pelatihan atau belajar di sekolah lain.

Ketiga, kepala sekolah harus memiliki ekspektasi tentang apa saja yang mereka harapkan dari target-target yang ditetapkan. “Jadi sebenarnya mereka sudah punya visi gede, tetapi itu harus ada turunannya. Jadi harus ada implementasi dari apa yang ingin mereka lakukan,” kata Cici.

Kiat keempat, kepala sekolah juga perlu melakukan perencanaan, koordinasi, dan evaluasi terhadap pengajaran di kelas beserta kurikulumnya.

Tips kelima, kepala sekolah perlu mensinkronkan sumber daya sekolah dengan prioritas isu pembelajaran di kelas. Keenam, mendukung secara aktif pengembangan profesionalisme guru.

Kiat ketujuh, kepala sekolah juga perlu melakukan pengawasan terhadap program di luar kurikulum, dan dampaknya terhadap hasil pembelajaran.

“Jadi (kepala sekolah perlu) memantau pelaksanaan program itu berjalan atau tidak. Kalau berjalan, berjalannya gimana? Sudah sesuai tujuan atau belum? Kalau misalkan belum berarti perbaikannya seperti apa?,” katanya menerangkan.***

Artikel ini telah tayang di Pikiran Rakyat pada link https://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-01324337/diskusi-di-kemendikbud-yayasan-inspirasi-beri-7-kiat-sukses-untuk-kepala-sekolah dengan Judul “Diskusi di Kemendikbud, Yayasan INSPIRASI Beri 7 Kiat Sukses untuk Kepala Sekolah”, ditulis oleh Tim Pikiran Rakyat.

Program INSPIRASI untuk 25 Kepala Sekolah, Ini Syarat dan Lokasinya

KOMPAS.com – Yayasan Inspirasi bekerja sama dengan sejumlah lembaga donor menyelenggarakan program Inisiatif Kepemimpinan Pendidikan untuk Raih Prestasi (Inspirasi) yang ditujukan kepada para kepala sekolah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Program tersebut diikuti oleh 25 kepala sekolah di Karawang dan pelaksanaannya dimulai pada tahun ajaran 2019/2020 selama 1,5 tahun ke depan. Tujuannya untuk mengembangkan kepemimpinan kepala sekolah dan diharapkan bisa memberi pengaruh positif pada peningkatan kualitas hasil pembelajaran guru dan siswa. Lembaga donor yang terlibat yaitu Tanoto Foundation, Global School Leaders, Resinda Hotel Karawang, PT Bukit Muria Jaya, Triputra Agro Persada, dan Asia Philanthropy Circle.

Menurut Direktur Eksekutif Yayasan Inspirasi Patrya Pratama, pemilihan 25 kepala sekolah yang terdiri dari 20 kepala sekolah dasar negeri dan 5 madrasah ibtidaiyah itu berdasarkan beberapa kriteria. Kriteria pertama adalah lokasi sekolahnya terletak di wilayah perkotaan dan tidak saling berjauhan satu sama lain sehingga lebih mudah dijangkau.

Syarat kedua adalah sekolah yang mengikuti program ini tidak sedang mengikuti program pelatihan serupa yang diselenggarakan oleh pihak mana pun, misalnya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). “Karena kami ada impact evaluation, kami enggak tahu perubahan di sekolah itu, karena program kami atau dari program lain. Makanya, lokasinya dipilih di Kecamatan Klari dan Lemah Abang di Karawang,” ujar Patrya kepada Kompas.com usai peluncuran program Inspirasi, Kamis (18/7/2019) di Resinda Hotel Karawang, Jawa Barat.

Kemudian, Patrya menambahkan, kepala sekolah yang dipilih yaitu tidak memasuki masa pensiun dalam satu atau dua tahun ke depan. Sebab, program ini berlangsung 1,5 tahun. ”Sehingga, kalau kepala sekolahnya pensiun setelah mengikuti program itu, maka akan sia-sia dan tidak dapat ditularkan kepada para guru dan siswanya masing-masing. Jadi, di level kepala sekolah tidak boleh pensiun tahun depan, minimal sudah menjabat setahun sudah cukup. Kami anggap sudah satu siklus perencanaan sekolah,” tambahnya. Selain itu, motivasi pribadi dari kepala sekolah tersebut juga menentukan bisa mengikuti program ini atau tidak. Patrya mengatakan, pihaknya tidak ingin program ini bersifat topdown atau berdasarkan perintah. Artinya, kepala sekolah itu terpaksa ikut karena ditunjuk.

Penyelenggara Inspirasi membebaskan keinginan kepala sekolah yang bersangkutan. Namun, ternyata banyak yang berminat karena program seperti ini masih jarang diadakan oleh pihak mana pun. Dia pun mengungkapkan, tantangan yang lebih sulit ketika memilih kepala sekolah madrasah, karena jumlahnya banyak dan harus melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama, bukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Jadi memilih lima madrasah itu agak sulit, tapi karena ini pilot project dan budget terbatas, yang dipilih lima dulu,” kata Patrya.

Mengenai inovasi yang sudah dilakukan kepala sekolah tersebut, menurut dia, itu tidak menjadi pertimbangan. Hal yang lebih diperhatikan adalah teknik mengajar individual guru, misalnya ada beberapa guru yang lebih rajin dibanding yang lain sehingga mereka mempunyai sumber atau bahan ajar yang bagus. “Soal inovasi atau seberapa bagusnya sekolah bukan jadi kriteria untuk dipilih, karena kalau pilih yang bagus-bagus saja sebenarnya program ini tidak memberi solusi, justru targetnya sekolah yang kurang bagus,” ucap Patrya. Bagi dia, sekolah tersebut tidak perlu melakukan Inovasi yang macam-macam karena tidak ada gunanya apabila tidak ada kesempatan untuk bisa saling belajar. Maka dari itu, salah satu kegiatan program Inspirasi berupa workshop supaya pesertanya bisa saling berbagi pengalaman satu sama lain.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Program Inspirasi untuk 25 Kepala Sekolah, Ini Syarat dan Lokasinya”, https://edukasi.kompas.com/read/2019/07/20/13004901/program-inspirasi-untuk-25-kepala-sekolah-ini-syarat-dan-lokasinya.
Penulis : Erwin Hutapea
Editor : Latief

Kabupaten Karawang Ditetapkan Jadi Daerah Rintisan INSPIRASI

KARAWANG-Kabupaten Karawang, ditetapkan sebagai daerah rintisan implementasi program “Inisiatif Kepemimpinan Pendidikan untuk Raih Prestasi” (INSPIRASI). Dimulai pada tahun ajaran 2019/2020, tahap pertama program ini akan berjalan selama 1,5 tahun dan ditujukan bagi 20 kepala sekolah dasar negeri dan 5 madrasah ibtidaiyah.

“INSPIRASI” diluncurkan secara resmi di Resinda Hotel Karawang (managed by Padma Hotels) sebagai kontribusi dan kerjasama lintas sektoral oleh banyak pihak, untuk mendukung mewujudkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas sebagaimana visi yang disampaikan Presiden RI Joko Widodo. Bupati Karawang Dr Cellica Nurrachadiana melakukan peresmian, didampingi Direktur Pembinaan Tenaga Kependidikan – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan – Kementerian Agama, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karawang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang serta mitra dan donor program.

Direktur Eksekutif INPIRASI, Patrya Pratama mengatakan, bahwa program INSPIRASI akan memberikan pelatihan berupa setidaknya 12 workshop serta diikuti on-the-job learning (kerja praktik) dengan fasilitator pendamping. Materi pelatihan berfokus pada keterampilan kepemimpinan yang diperlukan agar kepala sekolah dapat berfungsi lebih efektif; seperti growth mindset, manajemen waktu, teknik kolaborasi dan komunikasi dalam tim, serta selalu berbasis bukti dan data dalam membuat keputusan.

“Program rintisan INSPIRASI akan mengadaptasi praktik-praktik dari program-program di beberapa negara lain untuk menyasar kepemimpinan kepala sekolah yang tergabung dalam jejaring Global School Leaders (GSL). Kepala sekolah akan dilatih untuk mampu menyelesaikan problem yang dihadapi secara mandiri dengan berbasis data serta sesuai dengan kondisi dan kemampuannya masing-masing,” ujar Patrya.

Sementara itu, Pembinaan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan KEMENDIKBUD, Santi Ambarukmi mengatakan bahwa penguatan kepemimpinan kepala sekolah ini sangat perlu dan selaras dengan kebijakan pemerintah pusat melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 6/2018 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah.

“Kepemimpinan kepala sekolah mutlak diperlukan karena tugas pokok seorang kepala sekolah kini tidak lagi merangkap sebagai guru, tetapi fokus sebagai seorang manajer sekolah yang bertugas meningkatkan mutu sekolah agar siswa belajar optimal. Kami berharap program INSPIRASI dapat mengembangkan model-model pelatihan kepemimpinan inovatif lainnya. Termasuk penggunaan teknologi informasi dan kemitraan antar kepala sekolah,” ungkap Santi.

Selaras dengan tujuan program INSPIRASI, Pemerintah Kabupaten Karawang mempunyai fokus dalam bidang pendidikan yang memberi prioritas pembangunan manusia. “Kabupaten Karawang mempunyai prioritas program kerja yaitu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), harapannya setelah Program INSPIRASI berjalan, maka ini akan mendukung terhadap peningkatan IPM Kabupaten Karawang dan peningkatan kualitas pendidikan itu sendiri,” ucap Bupati Kab. Karawang, Dr Cellica Nurrachadiana.

Ditempat yang sama, Global CEO Tanoto Foundation Satrijo Tanudjojo mewakili para mitra kerja dan donor program mengatakan bahwa upaya peningkatan kepemimpinan kepala sekolah melalui program INSPIRASI, merupakan salah satu area yang memiliki peluang besar untuk para pegiat filantropi agar dapat memicu dampak yang besar di Indonesia.

“Selain filantropi, kami percaya bahwa keterlibatan pemerintah sangat penting untuk keberhasilan inisiatif ini. Kolaborasi erat di antara semua pihak, termasuk Pemerintah Karawang, pegiat filantropi, dan sekolah inilah yang mendorong Tanoto Foundation, Resinda Hotel Karawang, BMJ, dan Triputra Agro Persada berkomitmen untuk mendukung program ini,” katanya. (use/ded)

Artikel ini telah tayang di Pasundan Express dengan judul “ Kabupaten Karawang Ditetapkan Jadi Daerah Rintisan INSPIRASI “, https://www.pasundanekspres.co/jabar/karawang/kabupaten-karawang-ditetapkan-jadi-daerah-rintisan-ispirasi/

Penulis : Asep Saepuloh

Pelatihan 1,5 Tahun, Ini Materi Program “INSPIRASI”

KOMPAS.com – Program Inisiatif Kepemimpinan Pendidikan untuk Raih Prestasi (Inspirasi) yang diberikan kepada para kepala sekolah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, telah diluncurkan pada Kamis (18/7/2019) di Resinda Hotel Karawang. Program kali pertama ini bertujuan mengembangkan kualitas kepemimpinan kepala sekolah dan nantinya berpengaruh pada peningkatan mutu hasil pembelajaran siswa. Pelaksanaannya dimulai pada tahun ajaran 2019/2020 dan akan berlangsung selama 1,5 tahun. Program ini diikuti oleh 20 kepala sekolah dasar negeri dan 5 madrasah ibtidaiyah di Karawang. Direktur Eksekutif Inspirasi Patrya Pratama mengatakan, bentuk nyata dari program pelatihan ini berupa workshop dan pendampingan fasilitasi praktik kerja di lapangan. Dalam periode 1,5 tahun itu, setiap bulan akan dilaksanakan kegiatan workshop di ruangan dan praktik kerja di lapangan secara bergantian.

Observasi pembelajaran “Istilahnya in workshop learning dan on the job learning. Jadi in, on, in, on dan seterusnya,” ucap Patrya saat berbincang dengan Kompas.com, Kamis (18/7/2019). Materi pelatihan isinya terdiri dari tiga hal. Pertama, fokus pada keterampilan dasar kepemimpinan kepala sekolah sebelum melakukan tugas, misalnya kolaborasi dengan guru, manajemen waktu, dan komunikasi. “Hal-hal ini yang belum pernah ada dari desain pelatihan kepemimpinan dari pemerintah, padahal itu penting,” imbuhnya. Materi kedua yaitu problem kemampuan memecahkan masalah. Pelatihan ini menghindari untuk mengajarkan langsung cara memecahkan masalah apa pun di sekolah karena nantinya kepala sekolah tidak terbiasa mengatasi masalahnya sendiri. Mereka diarahkan untuk berdiskusi dengan kepala sekolah lain sehingga bisa berbagi pengalaman dalam mengatasi masalah yang serupa.

Kemudian, materi ketiga berupa konten pembelajaran secara umum. Ada tiga hal yang diutamakan dalam materi ini, yakni mengembangkan guru, mengobservasi pembelajaran, dan melakukan tinjauan ulang terhadap rencana pengajaran dan pembelajaran (RPP). Evaluasi dampak “Tidak semua kepala sekolah terbiasa untuk memberikan observasi di kelas dan kasih feedback ke gurunya. Peraturan sudah ada, tapi enggak semuanya nyaman, makanya perlu dibiasakan. Kalau untuk me-review lesson plan supaya guru-gurunya mengajar dengan metode pembelajaran yang aktif, kebanyakan sebelumnya cuma satu arah,” jelas Patrya. Dia menuturkan, problem terbesar dari kebanyakan program pelatihan selama ini adalah ketika programnya sudah selesai, penyelenggaranya tidak tahu apakah praktik yang sudah diajarkan masih dilanjutkan atau tidak. Maka dari itu, Yayasan Inspirasi bermitra dengan satu lembaga riset untuk melakukan evaluasi atau impact evaluation. Maksudnya, setelah kepala sekolah mendapat pelatihan, apakah ada perubahan yang terjadi dari segi praktik ataupun pengetahuan mereka, termasuk para guru dan siswa. Dilepas bertahap “Kalau yang rajin kepala sekolahnya saja berarti tidak berdampak karena tujuan utamanya supaya siswanya belajar. Kita enggak pernah tahu tanpa impact evaluation. Ada survei dan observasi. Kadang kita merasa program kita sudah pasti berhasil, padahal belum tentu,” tuturnya. Mengenai pelaksanaan pelatihan Inspirasi yang berlangsung 1,5 tahun, Patrya berpendapat bahwa tidak ada perubahan ke arah yang lebih baik dilakukan secara cepat atau instan. Kalaupun cepat, biasanya setelah peserta bisa mempraktikkan materi yang didapat, tetapi setelah itu program tersebut selesai begitu saja. “1,5 tahun ini gradual release atau dilepas secara bertahap. Tahun pertama kami fasilitasi mereka. Tahun kedua atau enam bulan berikutnya kami berikan peran lebih besar kepada pengawas untuk ikut membimbing mereka. Harapannya saat program berakhir, pengawas akan mengambil alih yang dikerjakan Inspirasi. Jadi mereka yang pertahankan program itu,” paparnya.


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Pelatihan 1,5 Tahun, Ini Materi Program “Inspirasi””, https://edukasi.kompas.com/read/2019/07/19/16543431/pelatihan-15-tahun-ini-materi-program-inspirasi.
Penulis : Erwin Hutapea
Editor : Yohanes Enggar Harususilo

RBI_4498

Program “INSPIRASI” : Mengembangkan Kualitas Kepala Sekolah

KOMPAS.com – Yayasan Inspirasi meluncurkan program “Inisiatif Kepemimpinan Pendidikan untuk Raih Prestasi (Inspirasi)” yang ditujukan bagi kepala sekolah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Kamis (18/7/2019) di Karawang, Jawa Barat. Program rintisan ini bertujuan mengembangkan kualitas kepemimpinan kepala sekolah yang diharapkan berpengaruh pada peningkatan mutu hasil pembelajaran siswa. Pelaksanaan dimulai tahun ajaran 2019/2020 dan akan dilakukan selama 1,5 tahun serta diikuti 20 kepala sekolah dasar negeri dan 5 madrasah ibtidaiyah di Karawang, Jawa Barat.

“Pesan penting hari ini adalah kita percaya bahwa sekolah bisa maju kalau kepemimpinan kepala sekolahnya efektif. Inilah langkah kecil yang kita kontribusikan dari Yayasan Inspirasi untuk bisa membuat hal itu terwujud,” ujar Direktur Eksekutif Inspirasi Patrya Pratama dalam peluncuran program Inspirasi.

Kepemimpinan kepala sekolah Ia mengibaratkan kepala sekolah sebagai chief executive officer (CEO) atau presiden direktur yang memimpin suatu perusahaan. Kepala sekolah diharapkan bisa menjadi CEO dan memberi inspirasi semua orang yang terlibat di sekolah, mulai dari guru, murid, orangtua murid, dan berbagai pihak. “Mereka (kepala sekolah) yang setiap hari memimpin rekan-rekan guru dan memastikan sekolahnya bisa berjalan lancar dan membantu murid-muridnya mencapai masa depan yang diinginkan,” imbuh Patrya. Sementara itu, Global CEO Tanoto Foundation Satrijo Tanudjojo menuturkan salah satu cara meningkatkan kepemimpinan kepala sekolah yakni melalui program Inspirasi. Program ini juga memperbesar kemajuan kualitas pendidikan yang dibantu oleh para aktivis filantropi sehingga pengaruhnya semakin dirasakan masyarakat.

“Kami berkeyakinan bahwa pendidikan yang berkualitas itu mempercepat kesetaraan peluang. Semua anak mempunyai peluang yang setara untuk sekolah. Tugas kami adalah membantu merealisasikan potensi itu,” ucap Satrijo. Konsistensi semua pihak Ia pun meyakini dukungan pemerintah akan sangat berpengaruh dalam keberhasilan program ini, baik pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten Karawang pada khususnya.

Dalam kesempatan sama, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengatakan pembangunan Karawang akan terus mengalami percepatan dan membutuhkan sumber daya manusia yang andal, khususnya di bidang pendidikan. Sehubungan dengan itu, sudah menjadi kewajiban dari berbagai pihak membangun sumber daya manusia bersama-sama.

“Tidak cukup waktu satu atau dua tahun, tiga atau empat tahun, tapi mungkin lima sampai 10 tahun. Karena itu suatu proses yang memakan waktu lama dan perlu konsistensi dari semua pihak,” tutur Cellica. Ia menilai bahwa kerja sama yang dilakukan dalam program ini cukup baik sehingga potensi kedaerahan bisa dikembangkan. Kepala sekolah, guru, dan anak didik harus dibimbing sehingga mereka mampu berkompetisi dalam era globalisasi sekarang ini. Pengembangan fungsi kepsek   “Yang terpenting, saya ingin anak-anak Karawang harus mampu dan mau berkompetisi. Mudah-mudahan dengan niat dan usaha kita, visi dan misi kita samakan, supaya dunia pendidikan harus menjadi yang utama dalam kemajuan bangsa, khususnya di Kabupaten Karawang,” pungkasnya.

Program Inspirasi akan memberikan pelatihan kepada 20 kepala sekolah dasar negeri dan 5 madrasah ibtidaiyah berupa workshop dan kerja praktik dengan pendamping. Materi yang diberikan berfokus pada pengembangan fungsi kepala sekolah, misalnya pola pikir, manajemen, kerja sama dan komunikasi bersama tim, serta membuat keputusan berdasarkan bukti dan data yang ada. Ini merupakan adaptasi dari program serupa yang telah dilaksanakan di beberapa negara, yaitu India, Malaysia, dan Kenya, yang ditujukan kepada kepala sekolah yang berafiliasi dalam jejaring Global School Leaders.  Pelatihan kepala sekolah ini merupakan realisasi hasil kerja sama sejumlah lembaga donor yaitu Tanoto Foundation, Global School Leaders, Resinda Hotel Karawang, PT Bukit Muria Jaya, Triputra Agro Persada, dan Asia Philanthropy Circle.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Program “Inspirasi”: Mengembangkan Kualitas Kepala Sekolah”, https://edukasi.kompas.com/read/2019/07/18/21102821/program-inspirasi-mengembangkan-kualitas-kepala-sekolah?page=all
Penulis : Erwin Hutapea
Editor : Yohanes Enggar Harususilo

Kepemimpinan Kepala Sekolah Perlu Diperkuat Guna Tingkatkan Mutu Sekolah


Kepemimpinan Kepala Sekolah mutlak diperlukan, karena tugas pokok seorang Kepala Sekolah tidak lagi merangkap guru, tetapi fokus sebagai Manajer Sekolah

Santi Ambarukmi, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud

Karawang (ANTARA) – Direktur Pembinaan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Santi Ambarukmi menyatakan, kepemimpinan kepala sekolah perlu diperkuat agar mutu sekolah bisa meningkat.

“Kepemimpinan kepala sekolah mutlak diperlukan, karena tugas pokok seorang kepala sekolah tidak lagi merangkap guru, tetapi fokus sebagai manajer sekolah,” katanya disela peluncuran program
Inisiatif Kepemimpinan Pendidikan untuk Raih Prestasi (Inspirasi), di Kabupaten Karawang, Jabar, Kamis.

Dikatakannya, penguatan kepemimpinan kepala sekolah ini selaras dengan kebijakan pemerintah pusat melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 6 tahun 2018 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah.

“Seorang kepala sekolah kini harus fokus sebagai seorang manajer sekolah yang bertugas meningkatkan mutu sekolah, sehingga siswa bisa belajar optimal. Kami berharap program ini dapat mengembangkan model-model pelatihan kepemimpinan inovatif lainnya. Termasuk penggunaan teknologi informasi dan kemitraan antar-kepala sekolah,” kata Santi.

Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ditetapkan sebagai daerah rintisan implementasi program Inspirasi. Dimulai pada tahun ajaran 2019/2020, tahap pertama program ini akan berjalan selama 1,5 tahun dan ditujukan bagi 20 kepala sekolah dasar negeri dan 5 madrasah ibtidaiah.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana pada Kamis ini telah meresmikan program Inspirasi, didampingi perwakilan Kemendikbud, Kementerian Agama serta Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Karawang Dadan Sugardan.

Direktur Eksekutif Inspirasi, Patrya Pratama, menyampaikan kalau program Inspirasi akan memberikan pelatihan berupa setidaknya 12 workshop serta diikuti kerja praktik dengan fasilitator pendamping.

Menurut dia, materi pelatihan berfokus pada keterampilan kepemimpinan yang diperlukan agar kepala sekolah dapat berfungsi lebih efektif.

“Program rintisan Inspirasi ini mengadaptasi praktik-praktik dari program-program di beberapa negara lain untuk menyasar kepemimpinan kepala sekolah yang tergabung dalam jejaring Global School Leaders (GSL),” katanya.

Kepala sekolah, kata dia, akan dilatih untuk mampu menyelesaikan problem yang dihadapi secara mandiri dengan berbasis data serta sesuai dengan kondisi dan kemampuannya masing-masing.

Sementara itu, lahirnya program Inspirasi tidak terlepas dari inisiatif dan dukungan mitra kerja atau donor yang terdiri dari Tanoto Foundation, Global School Leaders (GSL), Resinda Hotel Karawang, PT Bukit Muria Jaya (BMJ), Triputra Agro Persada, dan Asia Philanthropy Circle (APC).

Sementara itu Global CEO Tanoto Foundation Satrijo Tanudjojo, mengatakan kalau upaya peningkatan kepemimpinan kepala sekolah melalui program Inspirasi merupakan salah satu area yang memiliki peluang besar untuk para pegiat filantropi agar dapat memicu dampak yang besar di Indonesia.

“Selain filantropi, kami percaya bahwa keterlibatan pemerintah sangat penting untuk keberhasilan inisiatif ini,” kata dia.

Artikel ini telah tayang di Megapolitan.AntaraNews.com dengan judul “Kepemimpinan Kepala Sekolah perlu Diperkuat Guna Tingkatkan Mutu Sekolah” ditulis oleh M. Ali Khumaini di link https://megapolitan.antaranews.com/berita/64636/kepemimpinan-kepala-sekolah-perlu-diperkuat-guna-tingkatkan-mutu-sekolah