Profil Kami
INSPIRASI (Inisiatif Kepemimpinan Pendidikan Untuk Raih Prestasi) adalah lembaga nonprofit dan independen yang bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran siswa melalui dukungan peningkatan keefektifan kepemimpinan kepala sekolah, khususnya terkait pembelajaran.
pendidikan, inspirasi, kepala sekolah, sekolah, kepala, guru, inspirasi foundation, kepemimpian, inisiatif, prestasi, nonprofit, lembaga, siswa, pembelajaran
13383
page-template,page-template-full_width,page-template-full_width-php,page,page-id-13383,bridge-core-2.2.5,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-child-theme-ver-1.0.0,qode-theme-ver-21.2,qode-theme-bridge,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-6.2.0,vc_responsive
 

Profil Kami

Mengenai INSPIRASI Foundation

Apa itu INSPIRASI Foundation?

INSPIRASI (Inisiatif Kepemimpinan Pendidikan Untuk Raih Prestasi) adalah lembaga nonprofit dan independen yang bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran siswa melalui dukungan peningkatan keefektifan kepemimpinan kepala sekolah, khususnya terkait pembelajaran.

INSPIRASI Foundation terdaftar sebagai Yayasan berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia nomor AHU-0007137.AH.01.04 tahun 2019, dengan izin operasional sebagai Lembaga Kursus dan Pelatihan Satuan Pendidikan Nonformal.

Mengapa INSPIRASI Foundation fokus pada isu Kepala Sekolah/Madrasah?

INSPIRASI Foundation percaya bahwa “We can’t improve schools without leaders” (kita tidak dapat memajukan sekolah tanpa pemimpinnya).

Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, Ki Hajar Dewantara, telah menekankan pentingnya peranan pemimpin sekolah. Hal ini diungkapkan dalam tiga semboyan yang juga dijadikan prinsip pendidikan Indonesia.

Pertama, sikap dan perilaku pemimpin sekolah yang menjadi teladan, atau Ing Ngarsa Sung Tuladha. Kedua, pemimpin sekolah yang selalu membangkitkan semangat percaya diri para guru agar dapat melaksanakan tugas dengan baik dan mandiri, atau dikenal dengan Ing Madya Mangun Karsa. Ketiga, pemimpin sekolah yang mendorong penyelesaian tugas para guru dengan baik, disebut dengan Tut wuri Handayani.

Terdapat beberapa studi yang mendukung pentingnya peranan kepemimpinan sekolah dalam mencapai hasil belajar yang baik. World Development Report oleh World Bank pada 2018 menyatakan bahwa sekolah yang mampu mencapai hasil belajar terbaik dapat dilihat dari kepala sekolah yang terlibat aktif mendorong guru-gurunya ikut berkembambang.

Pemimpin sekolah efektif akan ikut mengatasi tantangan dan menentukan tujuan utama bersama guru-guru terkait pembelajaran. Tidak heran, jika publikasi McKinsey (2010) menyimpulkan bahwa negara-negara yang memiliki performa sangat baik di tes-tes internasional, selaras dengan praktik-praktik baik kepemimpinan sekolah.

Studi oleh Bloom (2015) terhadap 1,800 sekolah di beberapa negara maju dan berkembang menunjukkan bahwa sekolah dengan praktik manajemen dan kepemimpinan yang baik, berkorelasi positif dengan hasil belajar siswa[1]. Sementara itu, studi terhadap 1,000 sekolah di India, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Italia, dan Swedia menunjukkan bahwa peningkatan 1 poin skor manajemen, berkorelasi terhadap peningkatan 10 poin hasil belajar siswa.

[1] Bloom, Nicholas, Renata Lemos, Raffaella Sadun, and John Van Reenen. 2015. “Does Management Matter in Schools?” Economic Journal 125 (584): 647–74.

Apa fokus aktivitas INSPIRASI Foundation di Indonesia dalam isu kepala sekolah?

Kami percaya bahwa peningkatan kapasitas kepemimpinan harus menjadi prioritas utama semua negara, termasuk Indonesia. Sekalipun Indonesia telah mencapai hampir 100% tingkat partisipasi sekolah di tingkat dasar dan menengah, 80% di SMA/SMK, serta mengalokasikan 20% anggaran negara setiap tahun untuk pendidikan, hasil belajar siswa belum sesuai ekspektasi.

Kenyataannya, salah satu hasil skor Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2015 menunjukkan, 69% siswa Indonesia bahkan tidak menguasai kemampuan dasar matematika[1]. Program tersebut menguji kemampuan dan pengetahuan siswa berusia 15 tahun dalam membaca, matematika, dan sains.

Sementara itu, hasil riset the Education Sector Analytical and Capacity Development Partnership (ACDP) tahun 2013 mengungkap, kepala sekolah Indonesia membutuhkan dukungan yang fokus pada aspek kepemimpinan instruksional (supervisi pembelajaran). Kemampuan tersebut dinilai sebagai keahlian utama yang paling berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Penelitian pemetaan kompetensi tersebut dilakukan pada 5.000 kepala sekolah di 55 kabupaten/kota yang tersebar di tujuh pulau besar Indonesia.

Untuk itu, secara spesifik, kami menjalankan program yang mendorong diadopsinya praktik kepemimpinan instruksional oleh kepala sekolah/madrasah di Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan riset Robinson (2008) dan John Hattie (2009), yang menunjukkan bahwa aspek kompetensi “kepemimpinan instruksional” (fokus pada dukungan terhadap interaksi pembelajaran guru dan murid) berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa.

Selain implementasi program bagi kepala sekolah, kami juga bekerja bersama pemerintah, sektor privat, dan lembaga riset untuk mewujudkan ekosistem yang kondusif bagi kepala sekolah/madrasah. Cita-cita tersebut juga akan tercapai melalui asistensi teknis pengambil kebijakan, kampanye dan diskusi publik, dan lainnya.

[1] PISA 2015, OECD

Sejak kapan INSPIRASI Foundation menjalankan programnya?

Kami memulai program di Indonesia sejak tahun 2019. Kegiatan dijalankan melalui pelatihan kepemimpinan, bersama 25 kepala sekolah dan 25 rekan gurunya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Bagaimana inisiatif INSPIRASI Foundation muncul pertama kali?

Kemunculan INSPIRASI Foundation merupakan sebuah contoh sukses kolaborasi beberapa stakeholders seperti akademisi/riset, filantropi, sektor privat, NGO internasional, serta pemerintah dalam sebuah inisiatif pendidikan.

Ide mengenai INSPIRASI Foundation berawal dari riset Katalisasi Penghidupan Produktif: Panduan Intervensi Pendidikan Melalui Jalur Akselerasi untuk Skala Besar dan Dampak Maksimal yang disusun oleh Asia Philanthropy Circle (APC) tahun 2017. Hasil penelitian tersebut membuktikan, kepemimpinan dan tata kelola sekolah merupakan salah satu isu yang harus diprioritaskan sebagai katalisator kemajuan pendidikan Indonesia[1].

Rekomendasi penelitian menyebutkan, sebuah inisiatif “Akademi Kepemimpinan Kepala Sekolah” diperlukan bagi kepala sekolah. Kegiatan tersebut dapat mengadopsi pendekatan workshop dan pendampingan langsung di sekolah, seperti yang telah berhasil dijalankan Global School Leaders di India, Malaysia, dan Kenya.

[1] https://www.edumap-indonesia.asiaphilanthropycircle.org

Dalam perkembangannya, setiap stakeholders berkontribusi secara signifikan sesuai dengan peran dan kapasitasnya:

  • Rekomendasi studi APC ditindaklanjuti oleh Tanoto Foundation, kemudian bermitra dengan Triputra Agro Persada, PT Bukit Muria Jaya, dan Resinda Hotel Karawang untuk memulai inisiatif bernama INSPIRASI Foundation.
  • Global School Leaders, sebagai jejaring NGO yang berpengalaman mengimplementasikan program serupa di beberapa negara, berkontribusi dalam memberikan dukungan teknis dan best practice sebagai benchmark program di Indonesia.
  • SMERU Research Institute, berkolaborasi dengan INSPIRASI Foundation dalam monitoring dan evaluasi program.

Pemerintah Daerah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Agama RI, berperan sentral dalam memastikan keselarasan program dengan kebijakan publik dalam rencana scaling up program.