Patrya meraih gelar Sarjana Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia. Ia melanjutkan pendidikan pascasarjana di Magister Administrasi Publik dan Magister Kebijakan Publik (Dual Degree) dari Sekolah Kebijakan Lee Kuan Yew, Universitas Nasional Singapura dan London School of Economics. Di waktu luangnya, Patrya menjadi sukarelawan untuk AFS Bina Antar Budaya, sebuah program pertukaran pelajar antarbudaya. Dia pun pernah mengikuti program pertukaran pelajar tersebut saat masih SMA. 

Tahun 2010, dia pernah menjadi relawan guru pada Program Indonesia Mengajar di salah satu desa terpencil di Kalimantan. Setelah itu Patrya memiliki beberapa peran terkait kebijakan pendidikan, yaitu meninjau reformasi kebijakan guru nasional di Bank Dunia Indonesia dan sebagai Anggota Staf Khusus di Kemendikbud dan Ristek tahun 2015-2016. Selain itu, ia juga pernah bekerja sebagai Konsultan Senior di kantor Gubernur DKI Jakarta.